Nasty

Nasty Sensual Nasty Sensual

Auml Nastysensual El Nasty Sensual

Auml Nastysensual El Nasty Sensual

  • Metroseksual
  • May 4th, 2010

    Untungnya Bercinta di Pagi Hari

    Posted on 04 May 2010 at 12:53pm

    Mereka yang baru saja menikah mungkin akan lebih banyak memusatkan hubungan intim di malam hari. Bila sesi bercinta dilakukan di pagi hari, Anda mungkin akan merasa canggung, malu, atau takut tidak mencapai klimaks karena terburu-buru. Padahal ada sensasi atau kenikmatan yang berbeda saat Anda berhubungan seks pada pagi hari.

    1. Lebih bersemangat. Pria biasanya “terbangun” dengan sendirinya ketika bangun tidur. Ini berarti Anda bisa berhubungan seks dengan menghemat waktu. Anda tidak perlu melakukan foreplay terlalu lama. Secara psikologis Anda juga makin percaya diri dan bersemangat ketika mengetahui bahwa pasangan sudah bersiap menerima “aksi” Anda saat itu juga.

    2. Lebih rileks. Bangun tidur adalah keadaan yang paling rileks bagi setiap orang. Situasi ini sangat menguntungkan bagi pasangan suami-istri. Anda akan lebih mudah mencapai orgasme, karena belum ada beban pikiran. Berbeda saat Anda berdua sudah kelelahan karena baru pulang kerja. Namun, akan lebih baik jika sesi pagi hari ini dilakukan saat weekend saja, terutama jika Anda tergolong orang yang butuh waktu lama untuk menyiapkan diri ke kantor.

    3. Lebih berkualitas. Hubungan seks di pagi hari, meski dengan waktu terbatas, dijamin hasilnya lebih berkualitas. Pasalnya tubuh Anda dan tubuh pasangan berada dalam kondisi paling fit. Kepuasan yang didapat pun makin maksimal.

    4. Menjadi stimulan yang menyenangkan. Anda bisa menganggap serangan “fajar” ini sebagai perangsang, atau semacam menu pembuka. Untuk selanjutnya, nantikan hidangan yang sesungguhnya di malam hari. Seks pagi hari juga bisa menjadi semacam stimulan agar Anda lebih bersemangat menjalani aktivitas dan rutinitas hari itu.

    Sumber: Vi-lounge.com

    Read More

    Permalink
    Post To:Digg Facebook Yahoo! Buzz StumbleUpon Email

    Siapa Bilang ML Harus Lama?

    Posted on 04 May 2010 at 11:53am

    Mungkin ini disebabkan kita berpegang pada adegan seks di film sehingga menganggap hubungan seks selalu berlangsung lama. Lamanya waktu yang diperlukan ini disebabkan, misalnya, pasangan ingin berganti-ganti posisi.

    Dalam kehidupan nyata, banyak pasangan tidak butuh waktu lama untuk bercinta. Menurut studi yang pernah dilakukan para terapis seks Kanada dan Amerika berjudul Perceptions of Normal and Abnormal Ejaculatory Latencies: How Long Should Intercourse Last? terlihat bahwa waktu rata-rata yang diperlukan pasangan berkisar 3-7 menit. Data ini dikumpulkan dari orang-orang yang mengunjungi para terapis untuk berkonsultasi mengenai masalah seksual.

    “Hanya sedikit orang yang melakukan intercourse yang berlangsung lebih dari 12 menit,” ujar terapis seks Barry W McCarthy. Menurut dia, pasangan bisa saja mengubah posisi atau kecepatan saat intercourse sehingga memerlukan waktu sedikitnya 18 menit.

    Pada dasarnya, penundaan ejakulasi (atau orgasme yang ditunda) tidak ada hubungannya dengan waktu yang diperlukan. Sementara ejakulasi dini yang terjadi saat intercourse biasanya berlangsung kurang dari 1 menit atau 2 menit.

    Dari polling yang dibuat oleh msnbc.com terlihat bahwa hubungan seks umumnya berakhir selama:

    2 menit saja – 3,3%
    3-13 menit juga sudah cukup – 28%
    15-30 menit adalah yang terbaik – 39%
    Paling tidak 30 menit-1 jam – 21%
    Sepanjang malam – 8,6%

    (Polling mendapat respons dari 27.013 suara)

    Di sini, kondisinya tak jauh berbeda. Beberapa perempuan yang ditemui Kompas Female umumnya mengatakan tidak butuh waktu terlalu lama untuk berhubungan.

    “Saya justru sebal kalau harus lama-lama,” ujar Dewi (32). “Kalau sama foreplay kira-kira 15-20 menit, cukuplah. Soalnya saya termasuk yang gampang on. Ha-ha….”

    Menurut Dewi, waktu yang diperlukan ini merupakan kesepakatan tak resmi dengan sang suami. Sebab, bila sudah mencapai orgasme, sementara suami masih ingin berlama-lama, akhirnya ia jadi bete sendiri. “Ngumpulin konsentrasi kan enggak semudah itu untuk dapat orgasme lagi. Nah, makanya kalau saya sudah orgasme, suami langsung kejar tayang deh,” ujarnya terkekeh.

    Pendapat tak jauh berbeda dilontarkan oleh Yani (41). “Kira-kira 15-30 menit, tergantung lagi capek atau enggak. Kalau capek, ya pengin cepet-cepet,” katanya.

    Kondisi yang dialami umumnya pasangan di kota besar adalah sempitnya waktu untuk menghabiskan waktu berdua. Ketika momen itu akhirnya diperoleh, fisik sebenarnya sudah telanjur drop. Dewi, yang baru punya bayi, bahkan mengaku akhir-akhir ini lebih sering melakukan quickie sex.

    wAuml Nastysensual El Nasty Sensual d Nasty pAuml Nastysensual El Nasty Sensual a v Sensual Nasty Sensual Nasty